Selasa, 17 September 2013

Pengangguran ?

Masalah pengangguran sudah menjadi masalah yang cukup pelik di Indonesia, sudah saling membelit dengan kemiskinan dan kurangnya pendidikan. Cara mengatasi pengangguran memang tidaklah mudah, butuh kerja sama antara pemerintah dan masyarakat secara keseluruhan.
Pengangguran berarti tidak punya pekerjaan sama sekali. Hal ini bisa mengakibatkan seseorang tidak memiliki penghasilan yang akan memenuhi kebutuhannya sehari-hari. Tak hanya itu, masih cukup banyak akibat pengangguran yang harus segera diatasi.

Cara Mengatasi Pengangguran – Memahami Dampak Negatif Pengangguran

Sebelum berbicara tentang cara-cara mengatasi pengangguran, ada baiknya kita pahami terlebih dahulu dampak negatif pengangguran. Dengan memahami dampak negatif tersebut, diharapkan terdapat kesamaan cara pandang bahwa pengangguran harus segera diberantas.
Inilah beberapa dampak negatif pengangguran:
  • Kemiskinan adalah akibat utama dari masalah pengangguran. Walau awalnya memiliki banyak uang, orang yang menganggur dalam waktu lama tentu akan menjadi miskin secara perlahan.
  • Dari kemiskinan tersebut, akan timbul masalah lain seperti tindak kriminal yang semakin banyak, meningkatkan jumlah pengemis atau gelandangan.
  • Secara individu, orang yang menganggur tentu akan stres dan depresi. Tak hanya karena tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup, ia bisa saja akan dikucilkan oleh masyarakat. Barangkali Anda pernah mendengar berita seorang lelaki muda pengangguran membunuh adiknya yang masih berusia 11 tahun karena diejek menganggur oleh sang adik. Itulah salah satu bahaya stres seorang penganggur.

Cara Mengatasi Pengangguran Secara Umum

Untuk menghindari akibat buruk pengangguran di atas, diperlukan beberapa cara untuk mengatasi pengangguran.
  • Pendidikan gratis bagi yang kurang mampu. Salah satu penyebab pengangguran adalah rendahnya tingkat pendidikan seseorang, sehingga ia tidak memiliki pengetahuan yang cukup dan susah untuk mendapatkan pekerjaan.
  • Pemerintah sebaiknya menyediakan lapangan pekerjaan yang lebih banyak sehingga dapat membantu untuk mengurangi tingkat pengangguran.
  • Tak hanya pemerintah, masyarakat pun diimbau untuk dapat menciptakan lapangan pekerjaan bagi orang lain.
  • Mendirikan tempat-tempat pelatihan keterampilan, misalnya kursus menjahit, pelatihan membuat kerajinan tangan, atau BLK (Balai Latihan Kerja) yang didirikan di banyak daerah. Hal ini juga termasuk cara mengatasi pengangguran, sehingga orang yang tidak berpendidikan tinggi pun bisa bekerja dengan modal keterampilan yang sudah mereka miliki.
  • Pemerintah diharapkan mendirikan suatu lembaga bantuan kredit atau langsung bekerja sama dengan bank-bank tertentu untuk memberikan kredit pada masyarakat yang kurang mampu. Kredit tersebut diharapkan dapat membantu mereka untuk mendirikan suatu usaha, misalnya UKM atau sejenisnya.
  • Sebagai antisipasi, pelajar perlu diberi pendidikan non-formal. Pendidikan non-formal bisa berupa keterampilan khusus, kemampuan berkomunikasi atau peningkatan EQ, serta diarahkan untuk menjadi lulusan sekolah yang mempu menciptakan suatu lapangan pekerjaan. Bukan semata-mata sebagai lulusan sekolah yang hanya bisa melamar pekerjaan.
Itulah beberapa contoh cara mengatasi pengangguran yang menjadi salah satu masalah besar di Indonesia. Pengangguran adalah hal buruk yang harus segera diatasi di Indonesia, agar segala dampak negatifnya pun bisa dihindari.

Cara Mengatasi Pengangguran: Mengikuti Pelatihan Kerja

Cara paling dasar untuk mengatasi pengangguran dapat dilakukan oleh si pengangguran itu sendiri. Mereka seharusnya mau mengikuti berbagai pelatihan kerja yang diadakan oleh Dinas Tenaga Kerja setempat. Biasanya, Dinas Tenaga Kerja memiliki pusat pelatihan kerja yang bisa membantu menambah keterampilan pencari kerja.
Pelatihan kerja biasanya diadakan di berbagai bidang, seperti bidang teknik, administrasi, dan sebagainya. Dengan dibekali ilmu dari pelatihan kerja, mereka yang tidak sempat mengenyam bangku kuliah pun dapat lebih siap masuk ke dunia kerja.
Pelatihan kerja sendiri dapat dimaknai sebagai sebuah kegiatan memperoleh, meningkatkan, serta mengembangkan kompetensi kerja, produktivitas, disiplin, ikap, dan etos kerja pada tingkat keterampilan dan keahlian tertentu sesuai dengan jenjang dan kualifikasi jabatan atau pekerjaan (menurut PP No. 31 tahun 2006 tentang Sistem Pelatihan Kerja Nasional).
Penganggur dengan keahlian lebih besar berpeluang mendapatkan pekerjaan dibandingkan mereka yang tidak. Ini karena perusahaan-perusahaan lebih memilih untuk mempekerjakan orang dengan keahlian, agar tidak perlu repot-repot melatihnya lagi.

Cara Mengatasi Pengangguran: Memperbanyak Bursa Tenaga Kerja

Ini adalah salah satu cara mengatasi pengangguran terdidik yang banyak dilakukan oleh para pemerintah daerah. Ya, Indonesia tidak hanya memiliki pengangguran tidak terdidik, tetapi juga pengangguran terdidik yang telah mengenyam pendidikan tinggi.
Mengapa seseorang yang terdidik bisa menganggur? Ini diakibatkan oleh tidak seimbangnya jumlah lapangan kerja dengan arus tenaga kerja yang semakin lama semakin bertambah banyak. Adapun bursa tenaga kerja biasanya diselenggarakan di kampus-kampus, dengan tujuan untuk mengurangi jumlah fresh graduate yang menganggur.
Contoh aplikasi cara mengatasi pengangguran dengan memperbanyak bursa tenaga kerja bisa dilihat di Jawa Barat. Di provinsi tersebut, terdapat setidaknya 1,8 juta pengangguran terdidik yang sulit mendapatkan pekerjaan. Oleh karena itu Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jawa Barat semakin gencar melaksanakan bursa tenaga kerja dari kampus ke kampus, bekerja sama dengan berbagai perusahaan.

Cara Mengatasi Pengangguran: Menggalakkan Program Transmigrasi

Program transmigrasi bukan saja merupakan cara efektif meratakan pembangunan dan jumlah penduduk, tetapi juga merupakan cara mengatasi pengangguran yang tepat. Di pedesaan, lapangan pekerjaan semakin sulit ditemukan. Oleh karena itu para pencari kerja berbondong-bondong mencari kerja. Jika beruntung, mereka akan mendapatkan pekerjaan yang layak. Akan tetapi jika tidak beruntung mereka hanya akan menyesaki padatnya ibu kota.
Oleh karena itu, transmigrasi adalah solusi terbaik. Dengan pelatihan dan pemberian modal untuk membuka usaha di wilayah transmigrasi, para transmigran bukannya tidak mungkin berhasil dan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat asli daerah transmigrasi. Tidak sedikit kisah sukses para transmigran yang kini menjadi juragan tempe atau juragan anggrek di timur Indonesia.
Sebagian warga desa sendiri rupanya memang menganggap program transmigrasi sebagai solusi pengangguran dan kemiskinan bagi mereka. Banyak dari mereka yang antusias diberangkatkan untuk menjadi transmigran dari Pulau Jawa.
Misalnya di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Di sana banyak keluarga mendaftarkan diri sebagai peserta transmigrasi. Ini disebabkan oleh timbulnya kesadaran untuk keluar dari lingkaran kemiskinan dan pengangguran dan memulai hidup baru di tanah yang baru.

Cara Mengatasi Pengangguran: Mendukung Kegiatan Wirausaha

Jika lapangan pekerjaan tidak mencukupi, buatlah lapangan pekerjaanmu sendiri! Itulah yang harus ditanamkan oleh para pengangguran. Daripada lelah mengirimkan resume ke sana kemari tanpa hasil yang berarti, sebaiknya pengangguran muda Indonesia mulai berpikir untuk menjadi pengusaha muda.
Hal inilah yang mesti didukung oleh pemerintah. Mendukung kegiatan wirausaha (sekecil apa pun skalanya) bisa dilakukan pemerintah dengan cara mendampingi pelaku usaha (terutama pelaku usaha pemula), memberikan pelatihan-pelatihan di bidang wirausaha, hingga memberikan pinjaman-pinjaman tanpa agunan dan tanpa bunga.
Wirausaha bukan hanya solusi cara mengatasi pengangguran di tanah air tetapi juga merupakan sebentuk usaha untuk meningkatkan perekonomian Indonesia. Ingatlah bahwa semakin banyak pengusaha, semakin kuat negara kita.

Cara Mengatasi Pengangguran: Memperbaiki Mental Pengangguran

Beberapa pengangguran menahun biasanya sudah tidak lagi berusaha mencari pekerjaan atau berusaha mencari bidang usaha yang bisa digeluti. Mereka cenderung putus asa, malas, dan merasa rendah diri. Jika sudah begini, usaha apa pun yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi pengangguran akan sia-sia.
Ada beragam jenis-jenis pengangguran, seperti pengangguran musiman, pengangguran struktural, dan pengangguran sukarela. Apabila seorang pengangguran struktural (menganggur karena tidak tersedia lapangan kerja yang cukup) tidak mendapatkan pekerjaan atau sumber penghasilan, lambat laun orang tersebut akan putus asa dan menjadi pengangguran sukarela.
Pada kasus seperti ini, keluarga dan masyarakatlah yang dapat secara tidak langsung mengatasi pengangguran. Dengan dukungan semangat dari keluarga, sang pengangguran tidak akan serta merta merasa lelah mencari solusi untuk mendapatkan pekerjaan serta penghasilan.
Adapun masyarakat berperan untuk tidak ikut campur atas status pengangguran yang dimiliki seseorang. Seperti yang kita ketahui, sebagian besar masyarakat Indonesia suka menghakimi dan ikut campur dalam urusan orang lain. Mereka sering kali menganggap pengangguran sebagai orang yang tidak kompeten, sebagai sampah, bukan sebagai seseorang yang sedang ditimpa masalah karir dan finansial.
Jika tidak bisa banyak membantu, setidaknya masyarakat sebaiknya menahan diri untuk mengucilkan si penganggur, karena ia hanya akan merasa rendah diri. Rasa rendah diri ini akan mempersulitnya mendapatkan pekerjaan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar